Selamat Datang di Blog Wisata Sangihe Ayo ke Sangihe Negeri yang penuh dengan Pesona Mari Jaga dan Nikmati Keindahan Alam Sangihe, Lestarikan Kekayaan Budayanya juga nikmat Kulinernya

6 Monumen di Sangihe

Monumen adalah jenis bangunan yang dibuat untuk memperingati seseorang atau peristiwa yang dianggap penting oleh suatu kelompok sosial sebagai bagian dari peringatan kejadian pada masa lalu. Seringkali monumen berfungsi sebagai suatu upaya untuk memperindah penampilan suatu kota atau lokasi tertentu. Di Kota Tahuna sendiri  bahkan umumnya di Kabupaten Kepulauan Saangihe terdapat juga bangunan Monumen untuk memperingati persitiwa-peristiwa tertentu. Berikut Daftar Monumen di Kabupaten Kepulauan Sangihe Versi Wisata Syarta:

1. Monumen Pelabuhan Tua
Monumen Pelabuhan Tua Tahuna. Photo by Stevenly Takapaha











Monumen Pelabuhan Tua Tahuna adalah Tugu Suar bekas pelabuhan Tahuna yang dibuat CV. Biro Pembangunan Pusat Karya Tahuna dan didanai oleh partisipasi pedagang kopra sangihe. Ikon monumen ini semakin menarik dengan dihiasi gambar Mural yang menceritakan eksistensi produk Kopra Sangihe. Didepan tugu ini juga telah dibangun dermaga apung untuk kapal wisata sehinga telah manjadi objek wisata baru dengan fasilitas wifi internet gratis.

2. Monumen Karya Bhakti Sitarda Nusantara VII
Monumen Karya Bhakti Sitarda Nusantara VII. Photo by Stevenly Takapaha
Monumen ini terletak di pusat kot Tahuna dan merupakan Bangunan Hasil Karya Bhakti SITARDA NUSANTARA VII dalam pembangunan Trotoar dan Saluran Air di Kabupaten Sangihe Talaud dan diresmikan Oleh Komandan Jenderal Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Letnan Jenderal Kahpi Suriadibedja di Sawang Bendar pada tanggal 25 Agustus 1986. Dalam waktu yang bersamaan juga dibangun jalan di Desa Rumbia Bentenan Kecamatan Langoan Kabupaten Minahasa, Pembuatan Jalan di Desa Pimpi Huntuk Kecamatan Bintauna Kabupaten Bolaang mangondow dan Pengerasan Jalan di Desa Likupang-Wineru Kecamatan Likupang Kabupaten Minahasa

3. Monumen Prof., DR Makaminan Makagiansar MA Ph.D 
Monumen Prof Makagiansar. Photo by Stevenly Takapaha




Prof., DR Makaminan Makagiansar MA Ph.D  adalah tokoh asal Sangihe yang pernah dipercayakan memimpin salah satu lembaga dunia UNESCO, Monumen ini terletak di Perisimpangan pertigaan jalan menuju ke Bandara Naha 

4. Monumen J. E Tatengkeng
Monumen J.E Tatengkeng. Photo by Stevenly Takapaha

Jan Engelbert (JE)  adalah salah satu pujangga terkenal asal Sulawesi Utara khususnya dari Kepulauan sangihe. Monumen sejarawan dan pujangga Jan Engelbert (JE) Tatengkeng terletak di segi tiga Bungalawan Kec, Tahuna. Hasil Karya pujangga terkenal asal Sulawesi Utara khususnya dari Kepulauan sangihe ini berjudul Nelayan Sangihe. JE tatengkeng yang juga pernah menjabat Wakil Menteri Pendidikan. Monumen ini terletak di Bungalawang Tahuna 

5. Monumen Salib
Monumen Salib Photo by Manado Post

Ada beberapa Monumen Salib di Sangihe namun khususnya yang ada di Kolongan dibangun untuk memperingati Injil masuk ke Sangihe pada 9 Oktober 1568

6. Monumen Presiden Soekarno













Monumen Presiden pertama Indonesia Presinden Soekarno berlokasi di Pulau Perbatasan Pulau Marore

Sejarah Kerajaan Sangihe

Pada kurun waktu 1000 sampai dengan 1600, kepulauan Sangihe memiliki Empat Kerajaan (Kararatuang) yang sudah eksis sebelum kedatangan Bangsa Portugis, Spanyo dan Belanda, yaitu :
1. Kerjaan Bowong Tehu
Kerjaan Bowong Tehu merupakan kerajaan tertua dan berpusat di Manarau (Pulau Manado Tua) didirikan oleh Datu Mokodoludugh disekitar abad  X
2. Kerajaan Tampungan Lawo (Sangihe)
Kerajaan Tampungan Lawo berpusat di Salurang (Manuwo) didirikan oleh Gamansalangi (Medellu) di abad XIII. Sesudah Tahun 1400 Kerajaan Tampunganglawo terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian Utara bernama Sahabe (Lumango) dan bagian Selatan bernama Manuwo (Salurang).Setelah Tahun 1530 kedua Kerajaan ini kembali dapat dipersatukan lagi oleh Raja Makaampo (Makaampo Wawengehe) dengan wilayahnya mulai Sahabe, Kuma, Kuluhe, Manalu, Salurang sampai ke Lapango, dan Kerajaan ini disebut kerajaan Rimpulaeng dengan Pusat Pemerintahannya di Salurang (Moade) dan berakhir sampai Tahun 1575, karena Makaampo sudah dibunuh oleh Ambala seorang Pahlawan dari Mantelagheng (Tamako) dan saat itu ia ditemani oleh Hengkeng U Naung Pahlawan dari Siau yang disuruh oleh Raja Siau bernama Pontowuisang (1575-1612).
Setelah berakhirnya masa kejayaan Rimpulaeng, kemudian di Tampunganglawo timbul lagi 3 buah Kerajaan seperti:
* Kerajaan Tahuna (Malahasa) berpusat di Tahuna (Bukide), dengan Rajanya Ansaawuwo yang disebut juga Tatehe atau Tatehewoba (1580-1625).
Kerajaan Manganitu berpusat di Kauhis, dengan Rajanya Boo atau disebut juga Liung Tolosang (1600-1630).
* Kerajaan Kendahe berpusat di Makiwulaeng, dengan Rajanya Egaliwutang (1600-1640).
3. Kerjaan Mohonsohowang
Kerjaan Mohonsohowang berpusat disekitar Gunung Awu. Wilayahnya dibagian barat gunung awu. Riwayatnya tidak banyak diketahui karena kerjaan ini hancur akibat letusan Gunung Awu
4. Kerjaan Karangetang (Siau)
Kerjaan Karangetang didirtewikan oleh Pangeran dari Bowongtehu yang bernama Lokombanua II pada abad XVII. Pusat pemerintahannya di Katutungan atau Paseng sekarang ini.

Indahnya Bunga Raksasa di Sangihe



Dikutip dari laman Kota Tahuna (www.kota-tahuna.blogspot.com) Salah satu Puspa langkah di Indoensia berupa bunga Raksasa yakni diduga adalah Bunga Bangkai (Rafflesia Arnoldii) atau mungkin berjenis Amorphophallus paeoniifolius atau suweg ditemukan salah satu warga bernama Yonita Balirangeng dihalaman belakang rumahnya di dusun Lehase kampung Pusunge Kecamatan Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe Propinsi Sulawesi utara pada minggu 30 September 2018. Dari hasil pengamatannya bunga ini sudah tumbuh beberapa waktu lalu namun baru  sekarang berbunga dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Bagi Yonita  yang merupakan karyawan di salah satu kantor UPT KKP ini, menemukan bunga ini seperti mendapatkan tumbuhan langka. Awalnya, Yonita ingin memindahkan bunga itu ke depan rumahnya. Namun, bunga tersebut selalu dikelilingi lalat biru. dan kadang aromanya juga tidak sedap. Namun, bagi saya ini tidak mengganggu.” tutur Yonita yang kemudian mendokumentasikan keindahan bunga tersebut di akun sosial media miliknya sehingga menjadi viral.

Primadona Kampung Barangkalang Sangihe

Keripik Ikan Ester Jaya salah satu produk Perikanan Primadona Sangihe asal Kampung Barangkalang
Kampung Barangkalang adalah salah satu kampung di Kecamatan Manganitu dari 18 Kampung yang ada  dan merupakan salah satu dari total 167 kampung dan kelurahan di Kabupaten Kepulauan Sangihe Propinsi Sulawesi utara. Kampung Barangkalang memiliki potensi perikanan budidaya ikan yang cukup karena ditopang oleh sungai yang merupakan air pegunungan yang membelah kampung ini.. produk perikanan pengolahan kampung Barangkalang adalah primadona yang sering dipamerkan dalam acara-acara tertentu mewakili produk maritim kabupaten kepulauan Sangihe. Kampung Barangklang sendiri terdir atas 4 dusun yang oleh masyarakat lokal disebut Lendongan, yaitu: Lendongan 1 (Barangkalang), Lendongan 2 (Edirung) dan Lendongan 3 dan 4 (Bulude). Kampung ini juga berbatasan langusng dengan kecamatan Tamako dengan tanjung Lelapide sebagai batasnya. Terdapat Tanjung Lehase dengan pemandangan yang indah sembari kia bisa menikmati Tinutuan (Bubur Manado) dan Pisang Khas dabu-dabu sambil menikmati pemandagan alam pantai tebing dan luatan yang menawan.
Pantai Kampung Barangkalang 



Anak-anak SD Kampung Barangkalang






View dari Tanjung Lehase Barangkalang


Menikmati Tinutuan di Tanjung Lehase Kampung Barangkalang




Santai di Telaga Daripa

Jika berpergian melewati kampung Bowongkulu atau pulang melewati puncak lose ke arah bowongkulu dan tabukan tengah.. maka kita dapat melihat dipinggir jalan ada petunjuk ke telaga daripa, dari ujung jalan lose 1 km dan dari samping jalan 200 meter. Telaga daripa menawarkan wisata alam pemandian, kolam pemancingan dan restoran ikan bakar dengan suasana desa yang asri. Dari kota Tahuna perjalanan dapat ditempuh selama kira-kira 45 menit. Bisa melewati jalan Manganitu bisa juga dari melewati puncak lose.