Selamat Datang di Blog Wisata Sangihe Ayo ke Sangihe Negeri yang penuh dengan Pesona Mari Jaga dan Nikmati Keindahan Alam Sangihe, Lestarikan Kekayaan Budayanya juga nikmat Kulinernya

Pulau Marore


Pantai Marore [Photo by Stevenly Takapaha]

Pulau Marore [Photo by Google]
Pulau  Marore [Photo by Kompas]
Pulau Marore merupakan Pusat Penyelenggaraan Pemerintahan Kecamatan Kepulauan Marore. Sebagai Pusat Pemerintahan, Pulau Marore juga merupakan satu wilayah Pemerintaan Kampung yang dipimpin oleh seorang Kepala Kampung (Kepala Desa). Pulau Marore yang lebih dikenal dengan Pulau Perbatasan, karena berbatasan langsung dengan Negara Pilipina, maka berbagai fasilitas telah dibangun untuk mendukung keberadaan Kecamatan Kepulauan Marore sebagai daerah Perbatasan dan Terluar. Sebagian besar pemukiman penduduk terletak di pesisir / pinggiran pantai  dengan hamparan pasir putih yang rawan dari ancaman/terjangan gelombang laut (gelombang pasang) baik pada musim angin utara, Timur maupun angin selatan yang sewaktu – waktu mengancam pemukiman penduduk. Sebagian besar penduduk yang mendiami Pulau Marore memiliki pekerjaan sebagai nelayan (90 %). 
Marore dari Dermaga Pelabuhan [Photo by Stevenly Takapaha]
Banyak literatur yang memberikan nama pulau ini berdasarkan keadaan nama lokal , namun umumnya  masyrakat lebih mengenal  sebutan Marore, yang dalam bahasa lokal (Sasahara) disebut Ta Marale yang artinya tidak mengenal  lelah atau tidak akan lepas
 
Pantai Marore [Photo by Stevenly Takapaha]
Luas Wilayah Darat Pulau Marore adalah  1.427 Km. Pulau Marore  memiliki Rawa yang terletak diantara Pemukiman Penduduk seluas  2 Ha dengan  dengan hamparan terumbu karang seluas   5 Ha, Padang lamun  2 Ha dan Hamparan Pasir Putih  seluas 3  Ha,
Keadaan pantai  sebagian  berpasir putih.  dan sebagian lagi bertebing bebatuan dan karang. Ketinggian dari permukaan laut  adalah 0 s/d  156  Meter dari Permukaan Laut. Vegetasi yang terdapat di Pulau Marore  adalah  tanaman  Kelapa, Sagu, Umbi – umbian, jeruk ikan dan  tanaman pangan yang ditanaman sangat terbatas karena keadaan tanah yang mengandung karang dan bebatuan.    
                    
Jumlah Penduduk Pulau / Kampung  Marore    669 Jiwa, Jumlah  penduduk Laki – laki  337 Jiwa, Jumlah penduduk  perempuan adalah 332 Jiwa. Terdapat 2 Orang penduduk asing yang sudah lama menetap yang berasal dari Pilipina 
Jumlah Penduduk Prasejaktra 67 KK, Jumlah Penduduk Keluarga Sejaktra I 55 KK, Jumlah Penduduk Keluarga Sejaktra II   49 KK
Pegawai Negeri Sipil 36  Orang, TNI / POLRI  18  Orang, Petani, Nelayan 95  Orang. Keadaan Penduduk Berdasarkan Pemeluk Agama adalah Pemeluk Agama Kristen       666 Jiwa Jumlah dengan gereja  1 Buah, Pemeluk Agama Islam 1 Jiwa Jumlah Mesjid  1 Buah sedangkan Pemeluk Agama Katolik  2 Jiwa 
Pulau Marore  belum memiliki jalan propensi dan jalan Kabupaten. Jalan yang tersedia adalah jalan setapak. Panjang jalan setapak adalah   1200   Mater, jalan tanah  panjang  700 meter, Pulau Marore telah memiliki Dermaga yang representatif yang telah menunjang kegiatan perekonomian, namun semua kegiatan tergantung pada keadaan cuaca laut..
Jalan di Pulau Marore [Photo by Stevenly Takapaha]
Sarana Air Bersih di Pulau Marore telah cukup tersedia, dan bahkan di Kantor Camat Kepulauan Marore telah tersedia sarana penampungan air hujan yang telah siap dikonsumsi tanpa dimasak. Air ini telah banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Pulau Marore..

Sumber Penerangan Listrik dari PT. PLN,  beroprasi dari jam 18 s/d jam 06 pagi. Sepanjang siang hari tidak ada aliran listrik. Ini menjadi kendala terhadap hasil tangkapan nelayan yang membutuhkan ketersediaan es yang cukup.
 
Fasulitas Pembangkit Lisrik [Photo by Stevenly Takapaha]
Pulau Marore telah  Memiliki 1 buah Puskesmas  dengan peralatan yang cukup memadai untuk ukuran pelayanan di pulau – pulau,  Untuk tenaga medis kurang tersedia, serta aliran listrik yang tidak tersedia pada siang hari (waktu pelayanan)Puskesamas Marore  Memiliki 1  Bidan, dan 2 Perawat dan tidak memiliki dokter. Untuk ukuran wilayah perbatasan, terpencil dan terluar Puskesmas Marore sangat – sangat membutuhkan dokter dan tambahan tenaga para medis.  Penyakit yang umum diderita adalah Malaria, demam dan influensa.
Sarana Sekolah Dasar ( SD)  1 Buah dengan     jumlah murid  74 Siswa. Sarana SMP satu Atap 1 Buah dengan jumlah    murid 52 Siswa, Sarana SMA  1 Buah dengan  jumlah 48 Siswa, Jumlah tenaga Guru SD sebanyak  9 Guru, SMP 6 dan      SMA 6 Guru
Penduduk Pulau Marore dalam menggeluti bidang pertanian hanya pada saat cuaca laut lagi bergelombang dan pekerjaan ini merupakan pekerjaan bukan tetap sehingga pengelolaannya tidak optimal. Tanaman yang banyak ditanan adalah ubi kayu, ubi jalar  dan tanaman kebutuhan sehari – hari. Sebagian besar penduduk pulau Marore, menggantungkan kehidupannya sebagai nelayan tangkap, sehingga alat tangkap yang umumnya dimiliki adalah Long Line dan Jaring Lingkar, dengan menggunakan sarana perahu Pelang dan Perahu Pumboat. Hasil tangkapan biasanya langsung dijual kepasar atau kepada nelayan  yang berasal dari negara tetangga pilipina yang memiliki modal yang besar dan memiliki teknologi pengolahan hasil yang jauh memadai. Atau langsung dijual ke Pilipina. Pulau Marore  memiliki tanaman  perkebunan Kelapa dengan luas 50 Ha, Cengkih 2 Ha dan  tanaman Sagu  2 Ha.
Alat transportasi yang umum digunakan sebagai alat angkutan  masyarakat adalah perahu Pumb Boad yang hanya bisa mengangkut sebanyak 4-5 Orang. Untuk Transportasi ke Ibukota Kabupaten terdapat Kapal Motor Perintis yang melayani angkutan Penumpang dan Barang yang menghubungkan pulau – pulau di Kec. Kepl. Marore. Pulau – pulau yang disinggahi oleh Kapal Perintis adalah P. Kawio, Pulau Matutuang dan P. Marore.
Kapal Perintis KM.Sabuk Nusantara 51 yang singgah di Dermaga Pelabuhan Marore [Photo by Stevenly Takapaha]

Di Pulau Marore telah tersedia POLSEK, KORAMIL, Pos TNI Angkatan Laut dan Pos TNI Angkatan Darat 712 yang menjaga kedaulatan NKRI.
Kantor Pos TNI AL Marore [Photo by Stevenly Takapaha]
Potensi untuk pengembangan di Pulau Marore  adalah Pengembangan perikanan tangkap dan budidaya, Budidaya Jaring Apung, Pengembangan Tanaman Kelapa , Cengkih, Jeruk ikan, Pisang, Katela Pohon dan Ternak Itik serta ternak kambing., Penguatan kapasitas Penduduk, Sarana yang sudah dibangun adalah : Pabrik es  dan pembuatan tanda batas laut antar negara dan tanda disetiap pulau kecil

0 comments: